Sudut Pandang
Kemarin, lebih tepatnya sehabis ngehadirin sidang tugas akhirnya teman. Aku ketemu sama teman yang sebenarnya bukan pertama kali ketemu, tapi pertama kali melihat sisi lainnya, sisi positifnya. Ya, karena pembicaraan kita yang ngalor ngidul gak jelas. Tiba di sekitar 1 jam berlalu, kita mulai ngobrolin berbagai perpektif hidup. Mulai dari cara ku memandang hidup, kemudian caranya memandang hidup. Sebenarnya hidup ini mudah, katanya. Hanya melakukan segala sesuatu sesuai kemampuan. Tidak ingin dianggap lebih unggul tapi sebenarnya palsu. Yang perlu dipelajari dari mereka yang unggul bukan menyaingi atau menyama ratakan diri agar dianggap unggul. Tapi bagaimana menjadi unggul dengan sumber daya yang dimiliki. Just need to be your self. Toh ya pada dasarnya kita juga uda jadi unggul sejak masih segumpal darah. Pembicaraan kita mengarah ke prioritas hidup, siapa yang patut diprioritaskan alias menempati INT0 kalau di mikrokontroller. Keluarga katanya. Segala tentang keluarga penti...