Belajar Yuk



Btw tentang belajar, selama oksigen masih bisa dihirup dengan gratis, belajar itu gak ada matinya. Belajar gak hanya diartikan hanya disekolah, tapi semua. Semua yang dilihat dirasa dan dipikirkan. Ada dua poin yang banyak terjadi. Pertama banyak yang ngelihat dan ngerasain tapi gak dipikirin, kedua dilihat tapi gak dirasain dan gak dipikirkan.
Contoh yang pertama ni, banyak diluar sana (termasuk aku) yang kadang melihat sesuatu dan hanya merasakannya, gak pernah mikirin kenapa kok bisa kaya gitu. Contoh ni, pas waktu kaya sekarang, kisah nyata ini terinspirasi oleh ku, kenapa segala ekspektasi yang awalnya sudah dieluh-eluh kan akan terjadi, seakan akan gak ada satu halangan pun yang dapat menghambat, menyombongkan diri seakan paling bisa mengkondisikan dan mengatur waktu agar sesuai dengan yang diharapkan. Dan final result nya mala gak TERWUJUD. Ok! Langkah awal saat ekspektasi tinggi itu gagal terwujud Cuma dua, meratapi dan MENYALAHKAN. Wah aku gagal karena ini, itu, salah ini itu, karena di ganggu ini itu, karena blablabla. Seribu alasan yang menunjukkan pembelaan diri bahwa ekpektasi itu tidak terwujud karena sebab eksternal. Sampai dengan bodohnya terkadang menyalahkan takdir yang telah dibuat Tuhan, astaga kekonyolan macam apa ini. Kenapa hal bodoh itu bisa terjadi? Karena emang ga dipikirkan. Gak ada asap kalo gak ada api, pepatah itu benar. Sepenuhnya benar. Kenapa gagal karena kurang usaha. Kenapa kecewa karena terlalu berharap, kenapa ditolak karena kurang layak. Semuanya sebab akibat kan? Kadang saat kegagalan itu datang, sering hanya memandangi satu sisi saja. Aku gak mencoba melihat sisi lainnya dan mencoba positif thinking.
Mungkin kegagalan ini terjadi karena apa yang baik untukku ternyata sudah dirancang indah oleh Allah. Terkadang apa yang aku inginkan bukan yang terbaik versi Allah maka tentu hal itu tidak akan bisa kugapai. Dan pasti rencana indah lewat jalan yang ga disangka sangka pasti akan diberikan padaku. Sungguh Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya (ini upaya penyembuhan hati yang terpuruk karena bertubi tubi penolakan :)). Belajar jenis apa yang paling sulit dari cerita ku ini ya Cuma satu, positif thinking. melajari itu perlu hati dan pikiran yang benar benar terbuka dan waktu belajarnya selamanya, dengan jam ujian yang sewaktu-waktu. Bismillah kita semua salah satu diantara yang istiqomah untuk positif thinking.
Poin yang kedua itu hasil dari kurang positif thinking, kadang mulut ini gampang banget nge-judge orang, menilai semaunya berdasarkan apa yang dilihat. Tanpa memikirkan bagaimana seandainya yang diposisi itu diri sendiri, bukan dia. Sekali lagi gak ada salahnya melihat segala sesuatu dari banyak sisi kan. Dibolak-balik sendiri, gimana rasanya jadi dia, mampu nggak seandainya jadi dia, sampai mulut dan otak ini bisa terlatih untuk gak asal menilai dan menyalahkan. Belajar lagi kan! Iya lah. Belajar untuk semua yang terjadi baik yang gak terlihat dan yang terlihat. Sebenarnya ini tahapanku juga dalam belajar, belajar mengendalikan hati, mulut dan pikiran. Ujiannya sewaktu- waktu, raportannya ntar di akhir jaman, dan gak ada remedial. Bismillah Istiqomah ya :)

Comments