Penghindar Konflik



Bahasan kali ini aku dapat ide nya dari mbak Gita Savitri Devi disalah satu tulisannya di blog. Awalnya jujur aku ga ngerti sama sekali tentang apa yang dia bicarakan tentang 16 Myers-Brigg Traits. Berawal dari situ aku mulai cari tau dan ikutan tes yang tersedia disalah satu website yang nanti aku taruh dibawah tulisanku.

Fyi, 16 Myers-Brigg Traits itu jenis psikotes yang yang digunakan untuk mengukur preferensi psikologis seseorang untuk mengukur kecerdasan individu, bakat dan tipe kepribadian seseorang yang bisa membantu seseorang untuk melihat dunia dan mengambil keputusan. MBTI dikembangkan oleh Katherine Cook Briss dan puterinya, Isabel Briggs Myers sejak Perang Dunia II (1939-1945). Mereka percaya bahwa pengetahuan akan kepribadian dapat membantu perempuan yang akan memasuki dunia kerja di bidang industri. Setelah mengalami pengembangan, akhirnya Tes MBTI ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1962.

Hasil psikotes mengatakan bahwa aku memiliki tipe ESFJ yang dikenal sebagai  The Caregivers dan Provider. Didunia presentase orang ESFJ sekitar 9-13% didunia. Intinya banyak banget orang yang memiliki karakteristik ESFJ. Dan salah beberapa tokoh pemilik karakter ESFJ adalah Bill Clinton dan William McKinley.

Karakter paling menonjol ESFJ adalah ekspresif. Ekspresif tentu erat kaitannya dengan banyak bicara dan suka sekali mengatur. Paling ga bisa kalau disuruh anti sosial alias paling baper kalau disuruh sendirian. Selain itu salah satu sisi yang paling menganggu, aku gak pandai mengungkapkan opini yang mengandung perasaan (mikirin perasaan orang bangetlaahh). Selalu saja ada pembebanan moril saat mau menunjukkan apa yang aku rasa keseseorang yang terkait. Beban moril itu salah satunya memikirkan dua kali apabila aku ada diposisi mereka (Otak bilang aku yang benar, tapi hati bilang bahwa baynagkan kamu diposisi mereka). Kesimpulannya aku paling gak suka perdebatan alias konflik. Setiap kali berhadapan dengan suatu masalah yang menurut ku akan memicu konflik, aku lebih baik menghindarinya, karena memang sesuatu yang entah dari mana asalnya bisa menyakiti orang disekitarku apabila konflik itu terus berlanjut. Alay sih kedengerannya, tapi itu faktanya. Tentu itu hal buruk untuk ku, tapi dari pada memulai perdebatan tak berarti lebih baik diam mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah. Meskipun itu juga belum ada yang berhasil. Contoh lain selain menghindari konflik, saat aku nulis Tentang Perempuan, tiap paragraph ku usahakan untuk tidak berniat menyindir siapa pun, aku bertekat bahwa opini ku sepenuhnya pengalaman ku yang mungkin akan bermanfaat. Dari paragraf ini tentu sudah bisa di simpulkan kalo aku menyelipkan pembelaan dengan wujud klarifikasi atas tulisan ku kemarin. ^^

Tentu dari segala sisi negatif yang aku miliki, aku ga sepenuhnya pasrah sama karakter bawaan itu. Sejak duduk di bangku perkuliahan, aku banyak belajar bahwa gak ada sesuatu yang statis alias mutlak. Buah pemikiran yang sudah final masih bisa berubah, hati yang awalnya memihak satu sisi juga bisa berubah dikemudian hari, apalagi karakter. Nyatanya, gak ada yang lebih susah daripada memerangi karakter buruk dalam diri sendiri. Gak ada kata yang bisa menentukan kapan akan berhenti belajar untuk memperbaiki diri. Tapi usaha tidak akan mengkhianati hasil. Saat kita masih merasa memiliki karakter buruk dalam diri kita, mungkin saja secara tidak sadar orang lain merasakan bahwa kita sudah berubah menjadi lebih baik. Tentu lebih baik merasa masih perlu belajar memperbaiki diri dari banyaknya karakter buruk, dari pada merasa sudah baik dan berhenti untuk belajar.


Posted By: Milla Syahiya

Ini link nya, semoga membantu : http://mbti.anthonykusuma.com/test  

Comments